Dalam dialog di program “Apa Kabar Indonesia Pagi”, para narasumber membahas isu politik terkini terkait ambisi Prabowo Subianto untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada 2029. Meskipun masih jauh, permintaan kader Gerindra agar Prabowo menjadi presiden sudah lama terdengar. Namun, fokus saat ini adalah menyelesaikan masalah bangsa, bukan membahas calon wakil presiden.
Dalam pidatonya, Prabowo mengakui bahwa banyak kritik terhadap kebijakan yang telah dijalankannya. Sementara itu, Presiden Jokowi menilai bahwa tidak ada yang berani mengkritik Prabowo. Diskusi ini menyoroti pentingnya melihat tindakan nyata di lapangan, bukan hanya kata-kata.
Narasumber juga menyoroti bahwa meskipun Prabowo dan Jokowi terlihat sejalan dalam beberapa kebijakan, terdapat perbedaan pandangan, terutama terkait investasi asing dan proyek Ibu Kota Negara (IKN). Jokowi mengingatkan Prabowo untuk tidak terlena dengan tingkat kepuasan publik yang tinggi, yang bisa jadi tidak mencerminkan kemajuan nyata.
Prabowo juga menegaskan bahwa koalisi permanen yang dibentuknya bertujuan untuk memperkuat kebijakan pemerintah selama lima tahun ke depan, meskipun ruang untuk perdebatan dan perbedaan pendapat tetap ada. Ia berkomitmen untuk melanjutkan dan menyempurnakan kebijakan yang telah dimulai oleh para pendahulu.
Dengan berbagai dinamika yang ada, para narasumber sepakat bahwa langkah-langkah politik ke depan akan sangat menentukan, termasuk kemungkinan reshuffle kabinet dan pencopotan Kapolri. Diskusi ini menunjukkan bahwa meskipun ada ambisi politik, perhatian utama tetap pada penyelesaian masalah yang dihadapi bangsa.
Mahasiswi Magister Ilmu Hukum USU,
Ig:@selviaanggrainy
Selvia Anggraini














