Kematian Misterius Dosen Perempuan di Semarang, Polisi Periksa AKBP sebagai Saksi Kunci

DOSEN-SEMARANG-TEWAS-DI-HOTEL-1041049265

Polda Jawa Tengah tengah menyelidiki kasus kematian seorang dosen perempuan yang ditemukan tewas di sebuah hotel di Kota Semarang. Korban, berinisial DLL (35), merupakan dosen Hukum Pidana dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang. Jenazah dosen tersebut ditemukan dalam kondisi terlentang tanpa busana di lantai kamar hotel di Jalan Telaga Bodas, Kecamatan Gajahmungkur, pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB.​

Kasus ini menjadi perhatian serius karena dugaan soal penyebab kematian yang belum jelas dan adanya kejanggalan-kejanggalan dalam kasus tersebut. Penyelidikan dilakukan oleh Satreskrim Polrestabes Semarang bekerjasama dengan Paminal Bidpropam Polda Jateng. Hasil penyelidikan awal menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, meski demikian keluarga korban tetap meminta dilakukan autopsi di RSUP Dr. Kariadi untuk memastikan penyebab kematian.​

Saksi kunci dalam kasus ini adalah seorang polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) berinisial B. AKBP B adalah orang yang pertama kali menemukan jenazah dosen tersebut di kamar hotel. Sosoknya mendapat sorotan publik karena keberadaannya bersama korban di kamar pada saat kejadian, dan pengakuannya memberikan keterangan awal kepada polisi. AKBP B membantah memiliki hubungan asmara dengan korban.​​

Korban diketahui telah menetap di kamar hotel tersebut selama dua tahun terakhir dan dalam sepekan terakhir sebelum meninggal dunia, korban dilaporkan mengalami masalah kesehatan serius, termasuk tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang sangat tinggi. Korban bahkan sempat berobat ke rumah sakit pada tanggal 15 dan 16 November 2025.​

Kematian misterius dosen muda ini menimbulkan berbagai spekulasi dan keprihatinan dari pihak kampus dan komunitas alumni Untag Semarang. Mereka menilai kejadian ini sangat tidak wajar dan menuntut kepolisian untuk mengungkap fakta sebenarnya terkait kematian korban. Keberadaan polisi berpangkat AKBP di lokasi kejadian juga menjadi sorotan dan menimbulkan tanda tanya di masyarakat.​

Polda Jawa Tengah mengaku terus menggali keterangan dari saksi-saksi terkait, termasuk dari AKBP B, yang memiliki peran penting dalam penyelidikan. Selain itu, Polda juga berupaya mengumpulkan bukti-bukti pendukung yang dapat membantu mengungkap penyebab kematian dan memastikan apakah ada unsur kriminal atau tidak dalam kasus ini.​

Hingga saat ini, hasil otopsi dan laboratorium forensik masih menjadi kunci dalam menentukan penyebab pasti kematian dosen tersebut. Polisi belum mengesampingkan kemungkinan adanya tindak pidana dan tetap membuka peluang untuk penyelidikan lebih lanjut jika ditemukan tanda-tanda baru di lapangan.​

Kematian dosen perempuan Universitas 17 Agustus ini menarik perhatian publik luas karena melibatkan sosok akademisi dan aparat kepolisian. Kasus ini terus mendapat sorotan media dan masyarakat, terutama karena banyak kejanggalan yang belum terjawab. Polda Jateng berjanji akan menyelesaikan kasus ini secara transparan dan profesional demi mencari keadilan bagi korban dan keluarganya.​​

Dosen tersebut ditemukan dalam kondisi yang memicu banyak spekulasi, namun polisi dan pihak berwenang menegaskan untuk tetap mengedepankan fakta dan bukti dalam penyidikan. Sementara itu, mahasiswa dan rekan dosen terus berharap agar kasus ini segera terungkap agar tidak ada kesimpangsiuran informasi yang beredar di masyarakat.

Sumber :

https://jateng.jpnn.com/jateng-terkini/18496/kematian-dosen-perempuan-untag-di-hotel-semarang-polda-jateng-periksa-perwira-polisi

https://regional.kompas.com/read/2025/11/19/114627678/polda-jateng-selidiki-tewasnya-dosen-perempuan-di-hotel-semarang-polisi

Artikel Terkait

Rekomendasi