Pemerintah Thailand telah mengambil langkah signifikan dalam upaya melegalkan perjudian dengan menyetujui draf undang-undang yang mengatur kasino dan kompleks hiburan. Pada tanggal 27 Maret 2025, kabinet Thailand memberikan lampu hijau untuk RUU yang dikenal sebagai Entertainment Complex Bill. Langkah ini bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan dan mengembangkan industri perjudian yang diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pendapatan negara.
Draf undang-undang yang disetujui ini mencakup sejumlah syarat ketat bagi warga negara Thailand yang ingin mengakses kasino. Salah satu syarat utama adalah pembayaran biaya masuk sebesar 5.000 baht (sekitar $147) dan bukti kepemilikan setidaknya 50 juta baht (sekitar $1,47 juta) dalam bentuk simpanan tetap selama enam bulan. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah untuk membatasi akses bagi sebagian besar penduduk, mengingat rata-rata pendapatan per kapita di Thailand hanya sekitar $7.300.
Deputi Menteri Keuangan Thailand, Julapun Amornvivat menyatakan bahwa persyaratan aset tersebut mungkin akan dihapus karena dapat mengecualikan terlalu banyak orang dari akses ke kasino. Namun, kabinet memutuskan untuk tetap melanjutkan draf dalam bentuknya saat ini dan akan mempertimbangkan amandemen di kemudian hari. Hal ini menunjukkan ketegangan antara kebutuhan untuk meningkatkan pendapatan negara dan kekhawatiran tentang dampak sosial dari perjudian.
Selain syarat ketat bagi warga lokal, draf undang-undang juga menetapkan bahwa area kasino tidak boleh melebihi 10% dari total ruang dalam kompleks hiburan. Ini berarti bahwa meskipun kasino akan ada, mereka tidak akan menjadi pusat utama dari kompleks tersebut. Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra menegaskan bahwa rincian lebih lanjut mengenai undang-undang ini masih harus dibahas di parlemen, yang memiliki wewenang akhir dalam persetujuan.
Setelah disetujui oleh kabinet, RUU ini akan diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk dibahas lebih lanjut. Jika disetujui, undang-undang ini juga harus mendapatkan persetujuan dari Senat dan Raja Thailand sebelum dapat diberlakukan secara resmi. Proses ini menunjukkan bahwa meskipun ada dukungan dari pemerintah, masih ada banyak langkah yang harus dilalui sebelum perjudian resmi diizinkan.
Masyarakat Thailand menunjukkan respon campur aduk terhadap rencana legalisasi perjudian. Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mayoritas warga khawatir tentang dampak negatif dari perjudian yang legal, seperti peningkatan kecanduan dan masalah sosial lainnya. Kelompok oposisi juga memperingatkan bahwa legalisasi perjudian dapat berdampak buruk pada pariwisata jika negara-negara lain, seperti China, melarang warganya untuk berkunjung ke Thailand.
Dengan keputusan kabinet ini, Thailand bergerak lebih dekat menuju pembentukan industri perjudian yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi. Namun, tantangan tetap ada dalam hal penerimaan publik dan dampak sosial yang mungkin ditimbulkan oleh legalisasi perjudian di negara tersebut. Para pemimpin pemerintah berjanji untuk terus berkomunikasi dengan masyarakat dan mempertimbangkan masukan mereka selama proses legislasi berlangsung.
Sumber
https://thediplomat.com/2025/03/thai-cabinet-approves-second-draft-of-contentious-casino-bill/
https://www.bangkokpost.com/learning/advanced/2989707/thai-cabinet-approves-casino-bill
https://www.bangkokpost.com/thailand/general/2988886/thai-cabinet-approves-casino-bill
https://asgam.com/2025/03/27/thai-cabinet-approves-casino-bill-retaining-us1-5-million-bank-deposit-clause/
Thailand’s cabinet has approved the latest draft of the kingdom’s casino bill
https://www.khaosodenglish.com/politics/2025/03/28/thai-cabinet-limits-casino-space-to-10-in-entertainment-complex-bill/
https://www.reuters.com/world/asia-pacific/thai-cabinet-approves-draft-law-casinos-with-limits-local-gamblers-2025-03-27/
https://www.nationthailand.com/news/policy/40047937