Situasi di Iran mulai berangsur normal pasca serangan militer dari Israel yang berlangsung beberapa pekan terakhir. Meski demikian, ketegangan masih terasa di tengah belum adanya kesepakatan resmi gencatan senjata antara kedua negara.
Kondisi ini disampaikan langsung oleh kontributor Metro TV, Ismail Amin, dalam laporan langsung dari Iran pada Senin pagi. Menurutnya, sejak penghentian sementara agresi militer, aktivitas masyarakat Iran kembali berjalan seperti biasa, termasuk kegiatan di ruang-ruang publik.
“Iran sedang memasuki bulan Muharram dan masyarakat fokus memperingati Hari Asyura. Ribuan warga turun ke jalan, meramaikan masjid dan tempat pengajian. Bahkan, pada malam ke-10 Muharram, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Alham hadir di Husseiniyah Imam Khomeini di Teheran,” kata Ismail.
Namun demikian, demonstrasi masih kerap terjadi, terutama setelah salat Jumat. Massa menyatakan dukungan kepada pemerintah dan menolak narasi perpecahan masyarakat yang disampaikan sejumlah media asing. Mereka juga menyerukan kesiapsiagaan militer jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membalas serangan.
Sementara itu, hingga kini belum tercapai kesepakatan gencatan senjata resmi antara Iran dan Israel. Yang ada hanyalah penghentian sementara, di mana Iran menyatakan tidak akan melakukan serangan selama tidak diserang terlebih dahulu oleh Israel.
Fasilitas Nuklir Iran Alami Kerusakan Serius
Mengenai kondisi fasilitas nuklir Iran yang sempat diserang, Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, sebelumnya menyebut tidak ada kerusakan signifikan. Namun, dua hari lalu, Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemi Mohajerani, mengonfirmasi adanya kerusakan serius pada tiga situs nuklir: Fordow, Esfahan, dan Natanz, akibat serangan udara dari Amerika Serikat.
Meski demikian, skala kerusakan belum dijelaskan secara rinci. Pemerintah menyatakan bahwa proses perbaikan dapat segera dilakukan.
Data terakhir menunjukkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel bertambah menjadi 935 jiwa, dari sebelumnya 600. Angka ini meningkat setelah proses evakuasi menemukan lebih banyak korban yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Selain itu, sekitar 5.600 warga dilaporkan mengalami luka-luka. Sebanyak 3.500 bangunan tempat tinggal rusak, termasuk 332 unit di Teheran.
Pemerintah Iran saat ini tengah fokus memperbaiki infrastruktur sipil yang rusak akibat serangan, serta memastikan stabilitas di tengah proses diplomasi yang terus berjalan dengan Amerika Serikat terkait program nuklir Iran.
Mahasiswi Magister Ilmu Hukum USU,
Ig:@selviaanggrainy
Selvia Anggraini













