Donald Trump : Kecam PBB dan akan meminta mandat pasukan Internasional di Gaza

IMG_2776

Donald Trump : Kecam PBB dan akan meminta mandat pasukan Internasional di Gaza

Nama : Dinda Nirmala Sari
Nim : 0204242098
Dosen Pengampu : Indana Zulfah, S.H., M.H.
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

 

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dikabarkan mempertimbangkan langkah yang agak mengejutkan, yaitu meminta mandat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengerahkan pasukan stabilisasi internasional ke Jalur Gaza. Rencana ini muncul tak lama setelah Presiden Trump melontarkan kecaman keras terhadap PBB, menimbulkan pertanyaan mengenai perubahan sikap AS terhadap organisasi global tersebut, terutama dalam konteks konflik Israel-Palestina.

Langkah untuk meminta mandat pasukan internasional ini mengindikasikan pengakuan dari AS bahwa kehadiran pihak ketiga yang netral mungkin diperlukan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Gaza pasca-gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Usulan ini juga sejalan dengan upaya mediasi yang dipimpin AS yang berhasil mencapai kesepakatan gencatan senjata, meskipun ketegangan di lapangan masih tinggi.

Sebelumnya, dalam pidato di Sidang Umum PBB, Presiden Trump terang-terangan melayangkan kritik tajam terhadap PBB, bahkan mempertanyakan tujuan dan efektivitas badan dunia tersebut. Kecaman ini diperparah dengan insiden kerusakan mekanis pada eskalator dan telepromter di markas PBB yang oleh pemerintahan Trump dituduh sebagai bentuk “sabotase.”

Selain mengecam PBB secara umum, Trump juga mengkritik negara-negara yang mengakui Palestina sebagai negara, menyatakan bahwa langkah tersebut hanya akan memberikan keuntungan bagi Hamas. Namun, di tengah retorika anti-PBB tersebut, gagasan untuk menggunakan mekanisme PBB demi pasukan internasional di Gaza menunjukkan adanya dilema pragmatis dalam kebijakan luar negeri AS. Meskipun Presiden Trump cenderung skeptis terhadap organisasi multilateral, peran PBB sebagai satu-satunya badan yang dapat memberikan legitimasi internasional untuk operasi pasukan stabilisasi sulit diabaikan.

Pengiriman pasukan internasional ini, jika disetujui, kemungkinan akan menjadi bagian dari rencana pasca-konflik Gaza yang lebih luas yang diusulkan oleh AS. Rencana ini dilaporkan mencakup pelucutan senjata Hamas, pembebasan sandera Israel yang tersisa, pembentukan komite pemerintahan teknokratis di Gaza tanpa keterlibatan Hamas, dan pengawasan internasional terhadap komite tersebut. Beberapa laporan bahkan menyebutkan bahwa komite pengawas akan dipimpin oleh AS, menggarisbawahi keinginan Washington untuk memainkan peran sentral dalam rekonstruksi dan stabilisasi Gaza.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pasukan penjaga perdamaian atau upaya rekonstruksi di Gaza, menunjukkan adanya dukungan internasional terhadap solusi yang melibatkan pihak ketiga.

Keputusan akhir AS untuk secara resmi meminta mandat kepada PBB bagi pasukan stabilisasi internasional akan menjadi titik balik signifikan, baik dalam penanganan konflik Gaza maupun dalam hubungan AS dengan PBB di bawah pemerintahan Trump.

Sumber : Syarifuddin, SindoNews https://international.sindonews.com/read/1636349/42/setelah-kecam-pbb-trump-akan-minta-mandat-pasukan-internasional-di-gaza-1761297052

Artikel Terkait

Rekomendasi