Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menyikapi insiden terbakarnya mobil pengangkut uang senilai Rp4,6 miliar di Pole Walimandar, Sulawesi Barat. Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan bahwa pihak bank bertanggung jawab atas insiden tersebut dan seharusnya mengasuransikan pengiriman uang dengan nominal besar seperti itu.
Purbaya mengakui adanya kecurigaan publik terkait penyebab kebakaran yang menghanguskan uang dalam jumlah fantastis tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak berwenang sebagai aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus tersebut. “Saya bukan polisi. Anda sudah baca polisi ya,” ujarnya dalam wawancara, seraya menyerahkan seluruh proses investigasi kepada pihak kepolisian.
Insiden tersebut terjadi pada 12 November 2025, ketika mobil pengangkut uang tunai untuk mengisi mesin ATM bank pemerintah di Pole Walimandar terbakar. Kebakaran ini menghancurkan uang sekitar Rp4,6 miliar dan melahap mobil box yang digunakan.
Dalam bagian wawancara yang direkam, Purbaya menjelaskan, “Saya enggak tahu kalau gitu ada asuransinya enggak pengirimannya kalau asuransi asuransi yang bayar tapi Saya enggak tahu Anda masih cek. Saya enggak ikutin. Saya cuma tahu orang curiga 4 4,5 M kok cepat amat kebakarnya gitu kan. Tapi saya enggak tahu saya bukan polisi.”
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan belum memberikan komentar lebih lanjut, dan penyelidikan resmi masih ditangani oleh kepolisian setempat. Insiden ini menimbulkan spekulasi publik mengenai kemungkinan penyebab kebakaran yang begitu cepat menghanguskan uang dalam jumlah besar.
Mahasiswi Magister Ilmu Hukum USU,
Ig:@selviaanggrainy
Selvia Anggraini














