Budiman Sudjatmiko Mengusulkan Bansos Hanya Untuk ODGJ, Lansia, dan Kaum Difabel

images (36)

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menyatakan bahwa ke depan bantuan sosial (bansos) hanya akan diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu yang paling rentan secara sosial, yakni lansia, penyandang disabilitas, dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Pernyataan ini disampaikan Budiman dalam pernyataan pers pada 11 Juli 2025.

 

Budiman menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menghapus program bansos secara keseluruhan, melainkan mengubah kriteria penerima manfaatnya. Ia menjelaskan bahwa masyarakat miskin yang masih kuat secara fisik dan mampu bekerja tidak lagi menjadi prioritas penerima bansos, melainkan diarahkan untuk mengikuti program-program produktif yang bertujuan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi. 

 

Menurut Budiman, dana yang selama ini dialokasikan untuk bansos akan dialihkan ke program-program produktif yang menyasar sembilan sektor industri, seperti pangan, pengolahan, kesehatan, pendidikan, hunian, kreatif, digital, transportasi, dan energi terbarukan. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat miskin keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan dan mandiri. 

 

Pernyataan Budiman ini mendapat respons beragam dari berbagai kalangan. Salah satu kritik keras datang dari kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Umar Hasibuan, yang menyayangkan perubahan sikap Budiman yang dulunya dikenal sebagai aktivis lantang melawan ketidakadilan. Umar mempertanyakan alasan Budiman yang kini dinilai mengerdilkan bantuan sosial untuk rakyat miskin secara umum. 

 

Selain itu, pegiat media sosial Herwin Sudikta juga mengkritik Budiman dengan menyebut bahwa Budiman yang dulu dikenal vokal dan berani kini telah berubah menjadi bagian dari sistem yang dulu dikritiknya. Herwin menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan yang dianggap membatasi bantuan sosial hanya untuk kelompok tertentu saja. 

 

Budiman membantah bahwa kebijakan ini akan meningkatkan angka kemiskinan. Ia menegaskan bahwa pendekatan baru ini justru bertujuan mengintegrasikan masyarakat miskin yang masih produktif ke dalam sektor ekonomi modern agar mereka tidak terus bergantung pada bantuan sosial yang bersifat sementara. 

 

Ia juga menjelaskan bahwa bansos selama ini bersifat pelampung sementara, sedangkan program produktif adalah “perahu” yang akan membawa masyarakat keluar dari kemiskinan. Dengan demikian, fokus pemerintah adalah mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat miskin. 

 

Dalam upaya menyempurnakan data penerima bansos, Budiman juga menyampaikan bahwa penyusunan data tunggal kemiskinan terus dikebut agar dapat digunakan secara efektif sejak awal 2025. Data yang valid menjadi kunci agar bantuan sosial tepat sasaran dan program produktif berjalan optimal. 

 

Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperbaiki efektivitas penyaluran bantuan sosial. Sebelumnya, Budiman pernah menyebut bahwa sekitar 20 persen dari bansos yang disalurkan tidak tepat sasaran, sehingga perlu adanya perbaikan sistem agar bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. 

 

Sumber

 

https://kumparan.com/kumparanbisnis/budiman-sudjatmiko-bansos-nanti-hanya-untuk-lansia-difabel-dan-odgj-25RDpE0gV4s

 

https://fajar.co.id/2025/07/13/budiman-sudjatmiko-bansos-hanya-untuk-lansia-difabel-dan-odgj-umar-hasibuan-pernah-dipenjara-lawan-tirani-tapi-nuraninya-hilang/

 

https://fajar.co.id/2025/07/13/herwin-sudikta-budiman-dulu-duri-bagi-prabowo-sekarang-tak-lebih-dari-hiasan-kekuasaan/

 

https://nasional.kompas.com/read/2024/11/11/20222361/budiman-sudjatmiko-sebut-20-persen-bansos-tak-tepat-sasaran

 

https://www.idntimes.com/news/indonesia/budiman-sudjatmiko-usul-bansos-tak-diberikan-untuk-orang-miskin-sehat-00-jkxzp-8l3s0d

 

https://money.kompas.com/read/2024/12/06/170447226/penyusunan-data-tunggal-kemiskinan-dikebut-budiman-sudjatmiko-pastikan-bisa

Artikel Terkait

Rekomendasi