Dibuat Oleh
Nama: Khoiri Ardra Pangat
Nim: 0204242102
Universitas: UIN Sumatera Utara (UIN SU) Medan
Dosen Pengampu:
Indana Zulfah, M.H.I
Fenomena meme yang menggunakan wajah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, baru-baru ini kembali viral di media sosial Indonesia. Meme, yang mana paduan gambar dan teks bernada jenaka atau satir, muncul karena respons spontan publik terhadap kebijakan dan pernyataan Bahlil di ruang publik. Namun, kemudian ini memicu kontroversi setelah organisasi sayap partai melaporkan beberapa akun ke pihak berwajib.
Meme sebagai Bahasa Kritik Kontemporer
Jika kita lihat, meme di era digital ini sudah berevolusi dari sekadar lelucon. Sekarang, meme itu efektif buat ‘nyentil’ isu sosial dan politik. Tidak lain karena prosesnya cepat dan isinya gampang dimengerti semua orang, ini nih yang bikin meme jadi ‘bahasa’ paling merakyat di internet.
Kalau kita perhatikan meme-meme soal Bahlil Lahadalia, isinya memang rata rata ekspresi kekecewaan dan sindiran atas kebijakan tertentu beliau, atau bahkan cuma karena gaya bicaranya yang unik. Nah, ini yang mereka anggap keterlaluan, kritik lewat satire ini sering dianggap kebablasan. Kadang, tujuannya kritik kebijakan, tapi malah berubah jadi serangan personal.”
Respon Berbeda: Maaf dari Menteri, Laporan dari Pendukung
Puncak kontroversi terjadi ketika beberapa organisasi sayap Partai Golkar, partai yang kini dipimpin Bahlil, mereka mengambil langkah hukum. Mereka melaporkan puluhan akun media sosial ke kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik, penghinaan, hingga pelanggaran Pasal 27A Undang-Undang ITE.
Langkah tentu menjadi kritik dari pegiat kebebasan berekspresi dan lembaga hukum seperti ICJR (Institute for Criminal Justice Reform), yang beranggapan kalau meme, selama ditujukan untuk mengkritik kinerja pejabat publik, seharusnya tidak dapat dipidana. Karena Mereka menilai laporan tersebut keliru memahami pasal-pasal dalam UU ITE yang telah direvisi.
Namu, di tengah kegaduhan ini, justru Menteri Bahlil Lahadalia mengambil sikap yang bisa di bilang berbalik dengan pendukungnya. Beliau menyatakan telah memaafkan para pembuat dan penyebar meme.
“Saya pikir ya, kalau ada yang meme-meme, sudahlah saya maafkanlah. Tidak apa-apa kok. Sebenarnya kalau kritisi kebijakan itu tidak apa-apa. Tapi kalau sudah pribadi, sudah mengarah ke rasis, itu menurut saya tidak baguslah,” ujar Bahlil, Jumat, 24 Oktober 2025, saat memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Bahlil mengatakan, dirinya sudah terbiasa menerima hinaan sejak kecil dan tidak mempermasalahkan jika menjadi sasaran kritik atau ejekan.
Meskipun memaafkan, Bahlil memberikan garis batas yang tegas. Ia mengkritik keras jika meme atau ejekan tersebut sudah menyasar ranah pribadi itu tidak baik
Respon atas pelaporan organisasi sayap Partai Golkar
Menanggapi laporan yang dibuat oleh sayap organisasi Partai Golkar terhadap pihak-pihak yang melakukan ujaran kebencian terhadap Bahlil, dirinya mengaku tidak mengetahui adanya langkah tersebut.
Bahlil menyampaikan akan meminta Sekretaris Jenderal Golkar Muhammad Sarmuji untuk memanggil pihak terkait dan menghentikan laporan tersebut, terlebih apabila sudah ada permintaan maaf dari pembuat meme itu.
Dia berharap persoalan tersebut dapat disudahi dan dijadikan pembelajaran agar ruang publik diisi dengan diskusi yang lebih sehat serta memberi teladan yang baik bagi masyarakat.














