Bangunan Pondok Pesantren di Sidoarjo Ambruk, Sejumlah Santri Diduga Masih Terjebak
Sidoarjo, Kompas — Bangunan salah satu pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan ambruk pada Senin sore (29/9). Hingga berita ini diturunkan, sejumlah santri diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan tersebut.
Informasi yang dihimpun dari laporan langsung jurnalis Kompas TV, Jack Robi, menyebutkan bahwa proses evakuasi masih terus berlangsung. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Basarnas sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban.
“Sejumlah petugas masih melakukan penyisiran suara dari santri yang terjebak. Terdengar teriakan dari dalam reruntuhan,” ujar Jack Robi dari lokasi kejadian.
Hingga saat ini, pihak pondok pesantren yang diketahui bernama Ponpes Alqazini masih melakukan pendataan jumlah santri. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban luka ataupun meninggal dunia.
Penyebab Masih Didalami
Penyebab robohnya bangunan tersebut masih dalam penyelidikan. Informasi awal yang diperoleh dari lapangan menyebutkan adanya dugaan kelebihan beban struktur bangunan. Namun, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi.
“Kami belum bisa menyampaikan secara detail kronologi dan penyebab runtuhnya bangunan ini,” kata Jack Robi dalam siaran langsung.
Wakil Bupati Sidoarjo yang turut memantau langsung di lokasi hanya menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah penyelamatan korban.
Visual Amatir dan Kepanikan Santri
Visual amatir yang diterima redaksi menunjukkan puing-puing reruntuhan bangunan pondok pesantren, serta sejumlah santri dan warga yang berada di sekitar lokasi terlihat panik saat kejadian berlangsung. Sebagian santri berhasil menyelamatkan diri, namun masih ada yang belum berhasil dievakuasi.
Tim penyelamat saat ini tengah berupaya mendatangkan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi. Sejumlah titik reruntuhan juga telah dipasangi garis pembatas untuk keamanan.
Menurut informasi dari tim di lapangan, sebanyak satu bangunan utama pondok pesantren mengalami kerusakan parah, sementara bangunan lainnya masih berdiri, namun dalam kondisi siaga.
Selvia Anggraini














